Tampilkan postingan dengan label alkena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alkena. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Januari 2010

Alkena

b. Alkena
Alkena adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan satu ikatan rangkap dua, –C=C–. Senyawa yang mempunyai dua buah ikatan rangkap disebut alkadiena. Dalam tatanama kimia, nama alkena berakhiran –ena. Rumus umum alkena adalah CnH2n. Tatanama alkena hampir sama dengan tatanama IUPAC untuk alkana, dengan rantai induk merupakan rantai terpanjang yang mengandung ikatan rangkap dua. Sistem penomoran pada tatanama alkena dimulai dari salah satu ujung rantai utama sedemikian rupa sehingga atom karbon yang berikatan rangkap mendapat penomoran terkecil. Cara penulisan cabang pada tatanama alkena sama dengan alkana.

Rumus Nama Alkena
C2H4 Etena (etilena)
C3H6 Propena (propilena)
C4H8 Butena
C5H10 Pentena
C6H12 Heksena
C7H14 Heptena
C8H16 Oktena
C9H18 Nonena
C10H20 Dekena

Contoh: CH3–CH=CH2 = propena

Alkana, alkena, alkuna dan alkadiena

Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang mengandung unsur unsur C dan H. Berdasarkan strukturnya, hidrokarbon dapat dibedakan menjadi hidrokarbon alifatik dan hidrokarbon siklik. Hidrokarbon alifatik adalah senyawa hidrokarbon yang rantai C-nya terbuka, lurus atau bercabang. Berdasarkan jenis ikatan antaratom karbon, senyawa hidrokarbon alifatik dikelompokkan menjadi senyawa hidrokarbon alifatik jenuh dan tak jenuh. Hidrokarbon jenuh seluruh ikatan antar atom-atom karbon adalah ikatan kovalen tunggal. Senyawa yang tergolong hidrokarbon jenuh adalah alkana. Sedangkan senyawa hidrokarbon tak jenuh mengandung ikatan rangkap. Senyawa yang tergolong hidrokarbon tak jenuh adalah alkena dan alkuna. Hidrokarbon siklik adalah senyawa hidrokarbon yang mempunyai rantai C tertutup membentuk suatu cincin. Senyawa hidrokarbon siklik dapat dikelompokkan menjadi senyawa alisiklik (sikloalkana) dan aromatik (benzena).