Selasa, 23 Februari 2010

Sublimasi

2. Sublimasi
Pemanasan yang dilakukan terhadap senyawa organik akan menyebabkan terjadinya perubahan fasa, salah satunya antara lain apabila zat pada temperatur kamar berada dalam keadaan padat, pada temperatur tertentu akan langsung berubah menjadi fasa gas tanpa melalui fasa cair terlebih dahulu disebut sublimasi. Sublimasi adalah proses perubahan zat dari fasa padat menjadi uap, dan uap dikondensasi langsung menjadi padat tanpa melalui fasa cair.
Pada proses sublimasi, senyawa padat bila dipanaskan akan menyublim, langsung terjadi perubahan dari padat menjadi uap tanpa melalui fasa cair dahulu. Kemudian uap senyawa tersebut, bila didinginkan akan langsung berubah menjadi fasa padat kembali. Senyawa padat yang dihasilkan akan lebih murni dari pada senyawa padat semula, karena pada waktu dipanaskan hanya senyawa tersebut yang menyublim sedangkan pengotornya tetap tertinggal dalam cawan/gelas piala.
Cara 1 melakukan sublimasi:
Masukan zat yang akan disublimasikan ke dalam cawan penguapan. Tutup permukaan cawan dengan kertas saring yang telah diberi lubang-lubang kecil. Sumbat mulut cawan yang tidak tertutup kertas saring dengan gelas woll. Tutup kertas saring dengan corong gelas yang lubangnya telah ditutup dengan gelas woll. Panaskan dengan api kecil, dinginkan corong dengan menggunakan bantuan kapas atau kain basah yang ditempelkan disebelah luar permukaan corong. Amati apa yang terjadi. Jika tidak ada lagi zat yang menyublim, maka kumpulkan zat yang terbentuk dalam botol zat yang bersih dan kering, kemudian tentukan titik leleh dan bentuk kristalnya. Gambar1 alat sublimasi:








Cara 2 melakukan sublimasi:
Masukan zat yang akan disublimasikan ke dalam gelas kimia. Tutup permukaan gelas kimia dengan kaca arloji atau labu dasar bulat yang berisi air es setengahnya (ukuran labu harus lebih besar dari ukuran mulut gelas kimia/gelas piala). Sumbat mulut gelas kimia yang tidak tertutup labu dengan gelas woll. Panaskan dengan api kecil. Hentikan pemanasan apabila semua zat telah menempel pada labu atau terbentuk kristal. Kumpulkan kristal/zat yang terbentuk dalam botol zat yang bersih dan kering, kemudian tentukan titik leleh dan bentuk kristalnya.Gambar2 alat sublimasi:




2 komentar:

  1. Dalam proses sublimasi yang akan dimurnikan mengapa perlu diberikan proses pemanasan?

    BalasHapus